IPTEK | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Minggu, 21 April 2013

PANDANGAN SEJATI TENTANG PERADABAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA (24): BAIK DAN JAHAT MEMILIKI STANDAR KRITERIA OBJEKTIF

Persis seperti proses es mencair menjadi air dan air membeku menjadi es, ketika mencapai titik beku 0°C, kedua macam proses itu sama-sama mempunyai fase singkat dimana es dan air sama-sama eksis...

Ilmu pengetahuan alam modern, dengan moral sepertinya sama sekali tidak ada hubungannya, ia sama sekali tidak pernah benar-benar menyelidiki hakekat objektif dan peran dari "Moral".

Misalkan, dibicarakan dari yang paling mendasar. Anda mengeluarkan niat baik, 1+1 = 2, air mencapai suhu 0°C akan menjadi es, sumsum tulang Anda bisa menghasilkan 500 ribu sel darah putih dalam satu jam untuk memasok sistim kekebalan tubuh Anda. Sedangkan Anda memancarkan niat jahat, tidak mengubah 1+1 = 2, air mencapai suhu 0°C akan menjadi es, sumsum tulang Anda akan menghasilkan 500 ribu sel darah putih dalam satu jam untuk memasok sistim kekebalan tubuh Anda.

Dengan demikian Anda sedang melakukan perbuatan baik, tidak ada pengaruh langsung yang harus terjadi bagi alam semesta, sedangkan dalam kehidupan Anda jika harus menikmati ya nikmatilah, jika harus jatuh sakit ya sakit; Jika Anda berbuat jahat, dalam alam semesta juga seperti sediakala, Anda harus menikmati tetap menikmati, harus sakit ya sakit.

Lagi pula kebaikan dan kejahatan dalam dunia yang dilukiskan oleh ilmu pengetahuan tidak bisa mendapatkan penjabaran dan batasan yang sangat baik. Namun, jika dilihat dari pengaruh terhadap dunia, benarkah kebaikan dan kejahatan itu sederajat dan simetris?

Sebagian orang yang sok pintar acapkali mengeluarkan suatu contoh untuk mengejek orang-orang yang memiliki keyakinan:

Seorang umat bertanya kepada pendeta: "Bolehkah saya merokok ketika berdoa?" Permintaan umat tersebut mengalami kecaman keras dari pendeta. Dan seorang umat yang lain bertanya kepada pendeta: "Bolehkah saya berdoa ketika merokok?" Permintaan umat tersebut dikabulkan, maka dengan santainya ia merokok.

Orang yang senang membicarakan lelucon seperti ini acapkali akan mengeluarkan sindiran berdasarkan cerita tersebut: Keyakinan dalam hati manusia tulus atau tidak, moralitas baik-buruk, tulus dan palsu, semua ini tidak dapat dipercaya, dari permukaan tidak bisa menemukan standar konkrit untuk mengukurnya.

Mereka beranggapan: dilihat secara objektif, merokok sambil berdoa dan berdoa ketika merokok merupakan dua hal yang sederajat. Namun keadaan sesungguhnya belum tentu demikian. Keadaan secara permukaan memang benar mirip, tetapi sikap dan kecenderungan yang diwujudkan, dalam banyak hal adalah sama sekali berlawanan, dan hal tersebut juga merupakan kenyataan secara "objektif".

Misalnya seperti berdoa ketika merokok, kemungkinan orang tersebut ketika merokok, terpikir olehnya akan bertobat, kemudian ia mulai berdoa dan memulai hidup baru, ini merupakan awal orang tersebut keluar dari kebiasaan buruk. Dan ketika berdoa, karena merasa jemu dan tidak bisa berkonsentrasi, dan kemudian tidak segan-segan untuk merokok, hal tersebut merupakan langkah awal dari kebejatan.

Seperti es mencair menjadi air dan air membeku menjadi es kedua proses ini, ketika berada pada 0°C, sama-sama mempunyai keadaan singkat dimana air dan es eksis bersamaan. Dilihat dari permukaan, kedua proses tersebut memang benar ada tahapan seperti ini, lagipula keadaan dari dua tahapan tersebut sama persis, tetapi pada kenyataan tendensinya sama sekali berlawanan. Begitu masa peralihan singkat tersebut terlewati, satu sisi sama sekali hanya tinggal air, yang satunya lagi sama sekali hanya tinggal es.

Tadi kita dari moral dan niat pikiran manusia, menjulur keluar contoh air dan es, di bawah ini marilah kita mengingat kembali artikel sebelumnya yang membicarakan tentang inspirasi dari percobaan kristal air dan nasi.

Sebenarnya mengenai percobaan dari daya pikiran kecuali bisa dibuat sebagai pembuktian bahwa spirit bisa berpengaruh langsung terhadap materi, selangkah lebih maju telah mengungkapkan satu masalah penting dalam dunia spiritual, mengenai batasan objektif tentang moral kebaikan dan kejahatan. Materi, sebenarnya bisa langsung "merasakan" niat pikiran baik maupun jahat dari manusia, kebaikan dan kejahatan itu mempunyai perbedaan secara objektif.

Moral dan sikap hati dari seseorang bisa berpengaruh langsung terhadap hal-hal di sekitar orang tersebut, dan bukan seperti yang ditulis dalam buku pelajaran politik paham Marxisme yang mengatakan itu adalah reaksi "tidak langsung" dan reaksi "sampingan". Dan dilihat dari niat pikiran jahat yang menyebabkan air tidak bisa membentuk kristal heksagonal (segi enam) teratur, kebaikan dan kejahatan itu sama sekali tidak identik dan tidak simetris.

Hal tersebut telah mengingatkan kepada kita, dua hal kebaikan dan kejahatan ini bisa ditemukan standar perbedaan yang sebenarnya dalam dunia objektif, dan tidak akan selamanya masing-masing membicarakan kebenaran sendiri, karena dilihat dari sifat keteraturan dan sifat simetris dari kristal, dua hal kebaikan dan kejahatan ini dalam dunia objektif selamanya juga tidak akan dicampur-baurkan. [Teo Ai Ping / Jakarta]

Bersambung ...

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->

Kamis, 18 April 2013

LEGENDA DELAPAN BENDERA

Sistem Delapan Bendera secara resmi dibentuk oleh Nurhachi, Taizu (Pendiri) dari Dinasti Qing. Awalnya, hanya ada empat bendera yang mewakili empat unit militer yang berbeda: Bendera Kuning, Bendera Putih, Bendera Merah dan Bendera Biru. Pada tahun 1614, sebuah keputusan untuk menyatukan semua faksi mengakibatkan adanya penambahan bendera yakni ditambahkannya Bendera Kuning Bertepi, Bendera Putih Bertepi, Bendera Merah Bertepi dan Bendera Biru Bertepi. Secara keseluruhan, bendera ini disebut Delapan Bendera dan mereka mengomando prajurit Manchuria, Mongolia dan Han. Ada cerita menarik di balik sistem bendera ini.

Salah satu cerita adalah sebuah legenda tentang Delapan Naga. Awalnya, Delapan Naga ini tidak mau bersatu. Mereka sering bertengkar satu sama lain untuk menunjukkan keunggulan diri dan merendahkan yang lain. Setelah Kaisar Langit mendengar hal ini, ia memanggil seorang Dewa dan berkata: "Seseorang di bumi mengeluh kepada saya. Karena matahari dan bulan selalu berbarengan, setengah dari Bumi menjadi selalu terang dan setengah lainnya selalu gelap. Hal ini tidak hanya membuat manusia merasa tidak nyaman, tapi juga membuat mereka kehilangan selera dan mengganggu tidur mereka. Tanaman juga menjadi layu. Karena manusia ingin matahari dan bulan dipisahkan, jadi saya memerintahkan kamu untuk memberitahu Delapan Naga untuk memecahkan masalah ini."

Setelah menerima perintah, masing-masing dari Delapan Naga berusaha untuk menyelesaikan tugas ini secara sendiri-sendiri. Mereka bersaing satu sama lainnya dan berusaha memisahkan matahari dan bulan sendiri, namun, tidak peduli seberapa banyak usaha yang mereka curahkan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, mereka selalu gagal.

Setelah mereka masing-masing mencoba segala cara yang mungkin mereka lakukan, Raja Naga bertanya kepada mereka: "Kenapa kalian belum juga menyelesaikan tugas yang diberikan Kaisar Langit kepada kalian?"

Para naga bergegas mengatakan: "Matahari dan bulan terlalu berat untuk digerakkan. Terlepas dari seberapa banyak kekuatan yang kami kerahkan, kami tidak bisa mengatasinya. Bahkan jika kami melawannya, kami tidak bisa menghentikan mereka. Kami bahkan kadang-kadang terpental keluar."

Raja Naga bertanya: "Bagaimana cara kalian mengerjakan tugas ini?" Naga menjawab: "Kami masing-masing mencoba satu per satu."

Setelah mendengar hal itu, Raja Naga sangat marah dan seketika menegur mereka: "Kalian sangat bodoh. Kalian bahkan lebih payah daripada makhluk hidup di Bumi. Setidaknya mereka tahu bagaimana memindahkan Gunung Tai dengan kerjasama. Kalian bisa menyelesaikannya asalkan kalian semua bekerja satu sama lain. Masing-masing dari kalian dapat dengan mudah mematahkan satu batang anak panah, tetapi jika delapan anak panah diikat bersama-sama, apakah kalian bisa mematahkannya dengan begitu mudah? Alasan kegagalan kalian adalah karena satu tangan adalah terlalu lemah.

"Setelah mendengar hal ini, para naga tersadarkan dan segera menyatakan bahwa mereka akan bersatu. Mereka kembali ke Langit dan mulai bekerja sama satu sama lain. Mereka membentuk formasi yang mirip dengan huruf China untuk "Qing", yang terdiri dari delapan goresan, dengan setiap goresan mewakili seekor naga. Ujung tajam pada bagian atas huruf dibentuk oleh dua naga. Ketika mereka sepenuhnya saling bekerja sama satu sama lain, bagian atas seperti irisan tajam. Mereka menggunakan irisan tajam ini untuk memisahkan matahari dan bulan, dan keduanya kemudian segera terpisahkan. Setelah terpisah, matahari muncul lebih dulu daripada bulan.

Setelah menyelesaikan tugas ini, Delapan Naga merasa kelelahan dan mereka jatuh ke tanah. Pada saat itu, ada hembusan yang meniup setiap naga pada kain warna yang berbeda di tanah. Mereka kemudian melekat secara permanen pada masing-masing kain warna.

Delapan potong kain dengan desain naga inilah yang selanjutnya digunakan sebagai bendera militer pada masa Dinasti Qing. Karena warna delapan naga dan delapan potong kain adalah berbeda, masing-masing warna unit militer juga berbeda.

Karena Naga Putih, Naga Biru, Naga Kuning dan Naga Merah kebetulan masing-masing jatuh pada kain putih, kain biru, kain kuning dan kain merah, mereka kemudian masing-masing menjadi Bendera Putih,Bendera Biru, Bendera Kuning dan Bendera Merah.

Karena empat naga lainnya masing-masing jatuh pada kain kuning dengan bordir tepi merah, kain putih dengan bordir tepi merah, kain merah dengan bordir tepi putih dan kain biru dengan bordir tepi merah, mereka masing- masing menjadi Bendera Kuning Bertepi, Bendera Putih Bertepi, Bendera Merah Bertepi dan Bendera Biru Bertepi.

Setiap bendera berisi naga kecil dihiasi dengan awan dan api, melambangkan adegan pertempuran melawan Dinasti Ming. [Angelina Lim / Medan]

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->

Selasa, 16 April 2013

AKSARA TIONGHOA: REN 忍

Menempatkan mata pisau di atas 'hati'

Aksara Tionghoa 忍 (Ren) merupakan sebuah aksara pikto fonetik yang dibentuk dari penggabungan komponen yang menunjukkan makna dengan komponen yang menunjukkan suara.

忍 (Ren) berarti bersabar, bertahan, atau bertoleransi. Ini juga mengandung konotasi pengendalian diri dan kontrol diri. Terdiri dari aksara 心 (Xin, = hati di bagian bawah, dan aksara 刃 (Ren) di bagian atas, yang dijadikan pelafalannya.

Aksara 刃 (Ren) bermakna mata pisau atau tepi pisau, yang juga memberikan kontribusi terhadap makna aksara 忍 (Ren, = sabar).

Artinya, 忍 (Ren) yang berarti kesabaran, dibentuk dengan menempatkan "pisau" di atas "hati", seolah-olah menyiratkan bahwa kualitas ini tidak mudah dicapai oleh orang biasa, tetapi membutuhkan tingkat kultivasi yang lebih tinggi, disiplin, serta kemauan.

Mengapa seseorang harus menahan diri? Apa hasil positif dari sabar? Dalam kitab Tiongkok kuno "Perkataan Nasehat Mengenai Kesabaran" (無名氏忍箴), penulisnya anonim, menyatakan: "Jika orang kaya dapat menahan diri, mereka akan dapat mempertahankan keluarga dan keturunannya.

Jika orang miskin dapat menahan diri, mereka akan terbebas dari penghinaan dan aib." "Jika ayah dan anak bisa menahan diri, mereka akan memperlakukan satu sama lain dengan rasa bakti dan kebaikan orang tua. Jika saudara dapat menahan diri, mereka akan memperlakukan satu sama lain dengan kebajikan dan ketulusan."

"Jika teman dan kerabat dapat menahan diri, persahabatan mereka akan tahan lama. Jika suami dan istri dapat menahan diri, hubungan mereka akan harmonis."

"Di tengah-tengah kesulitan, seseorang yang bersabar dapat diejek dan ditertawakan orang lain. Namun, setelah kesusahan telah diatasi, mereka yang mengejek dan tertawa akan malu dan terhina sendiri."

Dalam budaya tradisional Tiongkok, banyak terdapat kata-kata inspirasi dan cerita tentang kesabaran yang tercatat dalam buku-buku sejarah selama ribuan tahun.

Para arif bijak kuno telah berusaha keras mengajarkan orang agar bersikap toleran, sabar, dan pemaaf (忍讓寬恕, Ren Rang Kuan Shu), serta dapat tahan terhadap penghinaan dan tanggung jawab yang besar (忍辱負重, Ren Ru Fu Zhong), sehingga menciptakan "budaya kesabaran" (忍文化, Ren Wen Hua) yang kaya dan berharga. [Teo Ai Ping / Jakarta]

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->

Sabtu, 13 April 2013

PANDANGAN SEJATI TENTANG PERADABAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA (23): KEKELIRUAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN MODERN

Seiring dengan beraneka ragam penemuan canggih, efesiensi kerja kita telah meningkat, juga telah berhemat waktu, namun...

Manusia zaman sekarang sering mengatakan, peradaban kali ini telah mendatangkan kemajuan iptek yang luar biasa, kehidupan manusia telah mengalami perbaikan total, namun bersamaan dengan proses perkembangan pesat ini kita juga menemukan:

Seiring dengan beraneka ragam penemuan canggih, efesiensi kerja kita telah meningkat, juga telah berhemat waktu, namun kita malahan lebih sibuk lagi, hidup juga terasa lebih tidak mantap, penyakit modern pun bermunculan, kebudayaan dekaden (merosot) merajarela.

Seiring dengan kemajuan pesat ilmu kedokteran, syarat dan taraf pengobatan mengalami perbaikan, namun berbagai jenis virus juga mengalami metamorfosa, sedikit pun tidak tertinggal oleh kemajuan iptek kita, bahkan sering melampaui perkembangan pesat ilmu kesehatan kita.

Seiring dengan perkembangan ekonomi dan industri, taraf kehidupan kita telah meningkat, namun lingkungan hidup juga mengalami pencemaran serius, bumi kita dirusak hingga carut marut, bencana alam yang aneh-aneh bermunculan sehingga terasa tidak aneh lagi, kita juga sudah bukan lagi mewarisi bumi yang diturunkan oleh pendahulu kita, melainkan telah meminjam bumi buat anak cucu kia.

Seiring dengan kemajuan pesat teknologi komputer dan komunikasi, kini bumi telah menjadi sebuah desa bumi, namun yang mengherankan ialah, hubungan antara pribadi manusia telah menjadi dingin, sekat antar manusia pun semakin menebal. Di dalam bar-posting, forum facebook ataupun pesan blog, bentuk penyampaian argumen yang saling menghormati, tenang dan sabar sesuai tradisi tulus-jujur, pada umumnya telah tergantikan dengan saling menghujat, pelecehan terhadap IQ pihak lain, sindiran dan olokan karena iri hati serta pengecaman dengan nada tinggi berapi-api.

Seiring dengan kemajuan iptek secara keseluruhan, kita telah lebih memahami dunia ini, kemampuan kita bertahan hidup dengan penyesuaian terhadap alam lebih kuat lagi, namun banyak masalah fundamental dan harapan manusia yang indah sejak dahulu kala, misalnya kedamaian, kesehatan, kegembiraan, tidak hanya terhenti, bahkan kian menjauh. Kemungkinan umat manusia zaman sekarang memusnahkan diri sendiri malah jauh lebih besar daripada zaman primitif dulu. Munculnya senjata pemusnah telah memungkinkan bumi kita dimusnahkan berkali-kali.

Waktu berjalan hingga kini, kita perlu merenung sejenak, apakah perkembangan ilmu pengetahuan peradaban umat manusia kali ini telah kekurangan sesuatu? Malpraktek yang begitu besar dan banyak, apakah memang merupakan suatu keharusan dari perkembangan iptek dan kemajuan masyarakat? Pada edisi mendatang akan kita diskusikan masalah tersebut dari empat sudut pandang. [Teo Ai Ping / Jakarta]

Bersambung ...

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->

Senin, 08 April 2013

PANDANGAN SEJATI TENTANG PERADABAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA (22): INSPIRASI MISTERI TUBUH MANUSIA

Di luar Otak, kesadaran mempunyai sebuah pengangkut independen, sejumlah ilmuwan menyebutnya sebagai "spirit sadar" yang terlepas dari otak.

Dalam bab ini, dari kasus tipikal yang kita ambil sebagai contoh tidak sulit diketahui, yang selalu kita anggap bahwa otak merupakan sumber pemikiran, materi menentukan kesadaran, kematian bagaikan lampu yang padam dan lain sebagainya adalah tidak didukung oleh kenyataan.

Kenyataan justru sebaliknya di luar otak, kesadaran memiliki sebuah pengangkut yang independen, sejumlah ilmuwan menyebutnya sebagai "spirit sadar" yang independen dari otak. Sesungguhnya kesadaran juga dapat langsung secara independen membatasi benda, seperti halnya kesadaran dapat mengendalikan gerakan anggota tubuh kita.

Jika dipikirkan secara sederhana, keberadaan secara "objektif" dunia kita ini sendiri memang bukanlah murni materi, maka kita menggunakan pandangan murni materi untuk memahami dunia ini, dapatkah memahaminya?

Sedangkan hampir seluruh kegiatan kita yang bermakna, semuanya dilakukan setelah mengambil keputusan berinteraksi melalui dunia spirit. Sisi dunia spirit kita ini merupakan sebuah rangkaian yang mutlak tidak dapat kurang di tengah seluruh kegiatan manusia yang bermakna.

Lalu mengapa materi dan spirit, dua bidang yang ada di dunia ini harus di pisahkan dan niscaya "hanya" dipilih satu diantaranya saja? Menyatukan materi dan spirit, dua bidang yang berada di dunia ini untuk memandang dunia, bukankah akan lebih jelas dan sempurna?

Selain itu, kita juga pernah mengambil contoh hasil studi dari kemampuan supra natural tubuh manusia dan meridian tubuh manusia, penemuan-penemuan tersebut tampaknya juga memperingatkan kita, benda yang tidak terlihat dan tidak tersentuh, belum tentu tidak eksis.

Lagi pula, "kemampuan hakiki" tubuh manusia seperti ini yang terpendam dan sangat besar tersebut, apakah juga dari sisi lain memperingatkan kita bahwa sesungguhnya kita mempunyai asal-usul kehidupan yang lebih agung dan supernormal? Hanya saja di dalam masyarakat ini, hampir semua orang telah tertutup rapat kemampuan hakikinya semacam ini, sehingga hanya dapat eksis dengan sebuah bentuk kemampuan yang terpendam.

Manusia setelah mati, "kesadaran" manusia tidak dapat hilang begitu saja tanpa bekas, melainkan di tengah reinkarnasi yang bersirkulasi tak ada hentinya, akan memulai lagi perjalanan kehidupannya dari awal. Bicara sampai di sini, kita mungkin akan menyampaikan sebuah pertanyaan seperti ini, jika "roh" tidak musnah, manusia akan bereinkarnasi, maka di dalam sejarah, apa sebenarnya makna kehidupan manusia di tengah reinkarnasi ini? [Teo Ai Ping / Jakarta]

Bersambung ...

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->

Kamis, 28 Maret 2013

AKSARA TIONGHOA: Hé 和

Penggambaran idealisme tradisional Tiongkok terhadap keseimbangan yang harmonis antara alam dan manusia

Aksara Tionghoa 和 (Hé) digunakan untuk keharmonisan atau perdamaian, juga sebagai kata penghubung dalam bahasa Tionghoa yang setara dengan kata "dan" dalam bahasa Indonesia.

Makna 和 (Hé) dapat dijelaskan dengan memeriksa bentuk asli dari aksara tersebut: 龢 (Hé).

Di sebelah kiri, aksara 龠 (Yue) adalah nama instrumen musik Tiongkok kuno yang seperti flute. Dia terdiri dari tiga bagian: 亼 (Ji) pada bagian atas, berarti untuk merakit atau berkumpul, 品 (Pǐn) menggambarkan lubang, dan 册 (Ce) pada bagian bawah, mengacu pada bambu yang digunakan untuk membuat instrument tersebut.

Selain itu, menempatkan 亼 (Ji) dan 册 (Ce) bersama-sama membuat 侖 (Lún), radikal yang berarti penalaran logis atau urutan logis.

Di sebelah kanan 龢 (Hé) adalah 禾 (Hé), aksara untuk makna gandum.

Dengan demikian, komponen 龢 (Hé) bersama-sama menggambarkan teladan tradisional Tiongkok terhadap keharmonisan antara alam dan manusia.

Keteladanan ini juga membawa makna terkait akan keseimbangan dan ketertiban, tugas dan ketekunan, rasa hormat dan penghargaan, hidup berdampingan secara damai dan kerjasama.

Beberapa istilah yang umum menggunakan 和 (Hé), termasuk 和平 (He Ping), kedamaian, kelembutan, atau baik hati, 和約 (Hé Yue), perjanjian damai, 和味 (Hé Wei) bumbu lezat atau dibumbui dengan baik, 和諧 (Hé Xie) atau 和睦 (He Mu), menjadi harmonis atau hubungan baik, dan 和解 (Hé Jie) atau 講和 (Jiǎng Hé), untuk mendamaikan, kompromi, atau membuat perdamaian.

風和日暖 (Feng He Ri Nuǎn) menyampaikan suatu nuansa angin sepoi-sepoi dan kehangatan sinar matahari.

和為貴 (Hé Wei Gui) menyatakan bahwa keharmonian adalah paling berharga, merupakan konsep inti dalam kebudayaan tradisional Tiongkok.

心平气和 (Xin Ping Qi Hé) menggambarkan hati dan pikiran yang damai.

和 而 不同 (Hé Er Bu Tong) mengacu pada mencari keharmonian dan tetap menjaga perbedaan. Artinya, seseorang tidak harus mematuhi secara permukaan saja, tetapi harus menumbuhkan ketenangan batin tanpa keluhan, selain itu memahami keragaman di antara semua hal dan memajukan kebebasan dalam menyatakan pandangan. [Cizilia Lee / Jakarta]

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->

PANDANGAN SEJATI TENTANG PERADABAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA (21): PEMBUKTIAN EKSISTENSI TITIK AKUPUNKTUR DAN MERIDIAN

Bagi ilmu pengetahuan modern, bagaimana menemukan Meridian, sungguh merupakan sebuah teka-teki, karena dalam pembedahan tidak terlihat dan juga tidak ditemukan.

Selanjutnya kami memperkenalkan pembuktian eksistensi Titik Akupunktur dan Meridian melalui teknik fotografi MRI (Magnetic Resonance Imaging), ini merupakan sebuah metode studi yang relatif lebih baru. Kita tahu dengan menggunakan teknik MRI, akan mendapatkan sebuah foto otak besar manusia, dan dapat mengambil foto irisan lapis yang berbeda, hampir sama dengan membelah otak mengamatinya selapis demi selapis, menyaksikan struktur otak secara konkrit. Dengan demikian menggunakan foto struktur MRI, secara tidak langsung akan mendapatkan foto "fungsi"nya.

Umpama saja, kita semua telah mengetahui, otak kiri menguasai tangan kanan, otak kanan menguasai tangan kiri. Ketika tangan kiri digerakkan, sebuah zona lokal otak kanan akan muncul sinyal yang menguat. Sebaliknya, ketika tangan kanan digerakkan, otak kiri akan muncul sinyal yang menguat pula. Studi jenis ini disebut foto rekaman fungsi. Selain fungsi pergerakan, juga dapat menggunakan metode tersebut untuk melakukan penelitian fungsi penglihatan, penghitungan, ingatan dan lain-lain.

Berdasarkan hal ini, sejumlah ilmuwan Korea Selatan dan profesor Zang Hee Cho berpikir, apakah dapat menggunakan metode FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) untuk melakukan penelitian terhadap teori Meridian kuno orang Timur. Ketika merangsang mata dengan cahaya, zona saraf optik otak akan terlihat sinyal yang menguat, ini telah diketahui oleh ilmu pengetahuan modern.

Selain itu, dalam Ilmu Akupunktur, melalui merangsang beberapa titik Akupunktur yang bersangkutan, dapat mengobati berbagai penyakit mata. Dalam kitab pengobatan juga terdapat catatan Meridian dan titik Akupunktur apa saja yang mempunyai hubungan dengan mata. Kalau begitu apakah mereka mempunyai hubungan dengan otak?

Kita ambil contoh, Meridian Kandung Kemih Taiyang Kaki di kaki memiliki 4 titik Akupunktur yang berfungsi dalam terapi penyakit mata. Praktek membuktikan, ketika menusuk 4 titik tersebut, juga dapat terlihat di zona saraf optik sinyal menguat. Akan tetapi, jika menusuk 1 mm di luar titik Akupunktur, maka zona saraf optik otak tidak terlihat ada penguatan sinyal. Dengan kata lain, harus menusuk persis di titik Akupunktur baru mendapatkan hasil.

Dari warisan orang kuno tentang keberadaan secara objektif sistem Meridian tubuh manusia, coba kita pikirkan, ketika kita telah mengetahui distribusi titik Akupunktur pada tubuh manusia, kita dapat satu per satu membuktikan keberadaan titik tersebut dengan menggunakan iptektinggi modern.

Namun jika tidak ada orang yang memberitahu kita keberadaan titik-titik tersebut, bila ingin satu per satu menemukannya dalam tubuh yang sekian besar, misalnya titik disini berhubungan dengan penglihatan, titik disana berhubungan dengan pergerakan usus dan lambung, bayangkan betapa besar kesulitannya? Jelas sekali ini merupakan hal yang sangat sulit dan rumit. Kalau begitu, bagaimana orang kuno dapat mengetahui titik-titik Akupunktur tersebut?

Sesungguhnya, bagi ilmu pengetahuan modern sekarang ini, bagaimana menemukan Meridian, betul-betul masih merupakan suatu teka-teki. Karena dalam pembedahan tidak terlihat juga tidak ditemukan. Akan tetapi dalam buku pengobatan kuno, sejak awal benarbenar telah ditemukan catatannya. Misalnya dalam kitab Huangdi Neijing (Kitab Intern Kaisar Kuning) telah tercatat keberadaan Meridian bahkan dijelaskan secara terperinci.

Walaupun tentang asal-usul tahun terbitnya masih terdapat beberapa pandangan yang berbeda, namun sama-sama berpendapat buku tersebut paling sedikit telah bersejarah 2.000 tahun. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa teori Meridian telah lama sejarahnya.

Dalam kitab Qijing Bamai Kao (Meneliti 8 Meridian Istimewa) juga mencatat pengalaman seorang sinshe tersohor zaman kuno bernama Li Shizhen, yang melakukan meditasi dalam berkultivasi diri telah membuktikan (terlihat dalam meditasi), sistem Meridian yang dilukiskan dalam gambar gantung oleh orang dahulu benar-benar tepat tidak ada yang salah.

Walaupun Meridian dalam iptek modern tidak dapat dijelaskan dengan tepat, kami berpendapat hakekat Meridian sesungguhnya merupakan jalur energi yang berada di ruang dimensi lain, sehingga dokter-dokter agung zaman kuno seperti Bien Que, Huo Tuo, Li Shizhen, yang memiliki kemampuan supranatural, tentu dapat langsung menyaksikannya.

Kadang kala benda dari ruang dimensi lain dapat muncul terlihat pada ruang 3 dimensi manusia ini, namun itu mutlak bukanlah hakekat dan wujud asli Meridian. [Teo Ai Ping / Jakarta]

Bersambung ...

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->

PANDANGAN SEJATI TENTANG PERADABAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA (21): PEMBUKTIAN EKSISTENSI TITIK AKUPUNKTUR DAN MERIDIAN

Bagi ilmu pengetahuan modern, bagaimana menemukan Meridian, sungguh merupakan sebuah teka-teki, karena dalam pembedahan tidak terlihat dan juga tidak ditemukan.

Selanjutnya kami memperkenalkan pembuktian eksistensi Titik Akupunktur dan Meridian melalui teknik fotografi MRI (Magnetic Resonance Imaging), ini merupakan sebuah metode studi yang relatif lebih baru. Kita tahu dengan menggunakan teknik MRI, akan mendapatkan sebuah foto otak besar manusia, dan dapat mengambil foto irisan lapis yang berbeda, hampir sama dengan membelah otak mengamatinya selapis demi selapis, menyaksikan struktur otak secara konkrit. Dengan demikian menggunakan foto struktur MRI, secara tidak langsung akan mendapatkan foto "fungsi"nya.

Umpama saja, kita semua telah mengetahui, otak kiri menguasai tangan kanan, otak kanan menguasai tangan kiri. Ketika tangan kiri digerakkan, sebuah zona lokal otak kanan akan muncul sinyal yang menguat. Sebaliknya, ketika tangan kanan digerakkan, otak kiri akan muncul sinyal yang menguat pula. Studi jenis ini disebut foto rekaman fungsi. Selain fungsi pergerakan, juga dapat menggunakan metode tersebut untuk melakukan penelitian fungsi penglihatan, penghitungan, ingatan dan lain-lain.

Berdasarkan hal ini, sejumlah ilmuwan Korea Selatan dan profesor Zang Hee Cho berpikir, apakah dapat menggunakan metode FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) untuk melakukan penelitian terhadap teori Meridian kuno orang Timur. Ketika merangsang mata dengan cahaya, zona saraf optik otak akan terlihat sinyal yang menguat, ini telah diketahui oleh ilmu pengetahuan modern.

Selain itu, dalam Ilmu Akupunktur, melalui merangsang beberapa titik Akupunktur yang bersangkutan, dapat mengobati berbagai penyakit mata. Dalam kitab pengobatan juga terdapat catatan Meridian dan titik Akupunktur apa saja yang mempunyai hubungan dengan mata. Kalau begitu apakah mereka mempunyai hubungan dengan otak?

Kita ambil contoh, Meridian Kandung Kemih Taiyang Kaki di kaki memiliki 4 titik Akupunktur yang berfungsi dalam terapi penyakit mata. Praktek membuktikan, ketika menusuk 4 titik tersebut, juga dapat terlihat di zona saraf optik sinyal menguat. Akan tetapi, jika menusuk 1 mm di luar titik Akupunktur, maka zona saraf optik otak tidak terlihat ada penguatan sinyal. Dengan kata lain, harus menusuk persis di titik Akupunktur baru mendapatkan hasil.

Dari warisan orang kuno tentang keberadaan secara objektif sistem Meridian tubuh manusia, coba kita pikirkan, ketika kita telah mengetahui distribusi titik Akupunktur pada tubuh manusia, kita dapat satu per satu membuktikan keberadaan titik tersebut dengan menggunakan iptektinggi modern.

Namun jika tidak ada orang yang memberitahu kita keberadaan titik-titik tersebut, bila ingin satu per satu menemukannya dalam tubuh yang sekian besar, misalnya titik disini berhubungan dengan penglihatan, titik disana berhubungan dengan pergerakan usus dan lambung, bayangkan betapa besar kesulitannya? Jelas sekali ini merupakan hal yang sangat sulit dan rumit. Kalau begitu, bagaimana orang kuno dapat mengetahui titik-titik Akupunktur tersebut?

Sesungguhnya, bagi ilmu pengetahuan modern sekarang ini, bagaimana menemukan Meridian, betul-betul masih merupakan suatu teka-teki. Karena dalam pembedahan tidak terlihat juga tidak ditemukan. Akan tetapi dalam buku pengobatan kuno, sejak awal benarbenar telah ditemukan catatannya. Misalnya dalam kitab Huangdi Neijing (Kitab Intern Kaisar Kuning) telah tercatat keberadaan Meridian bahkan dijelaskan secara terperinci.

Walaupun tentang asal-usul tahun terbitnya masih terdapat beberapa pandangan yang berbeda, namun sama-sama berpendapat buku tersebut paling sedikit telah bersejarah 2.000 tahun. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa teori Meridian telah lama sejarahnya.

Dalam kitab Qijing Bamai Kao (Meneliti 8 Meridian Istimewa) juga mencatat pengalaman seorang sinshe tersohor zaman kuno bernama Li Shizhen, yang melakukan meditasi dalam berkultivasi diri telah membuktikan (terlihat dalam meditasi), sistem Meridian yang dilukiskan dalam gambar gantung oleh orang dahulu benar-benar tepat tidak ada yang salah.

Walaupun Meridian dalam iptek modern tidak dapat dijelaskan dengan tepat, kami berpendapat hakekat Meridian sesungguhnya merupakan jalur energi yang berada di ruang dimensi lain, sehingga dokter-dokter agung zaman kuno seperti Bien Que, Huo Tuo, Li Shizhen, yang memiliki kemampuan supranatural, tentu dapat langsung menyaksikannya.

Kadang kala benda dari ruang dimensi lain dapat muncul terlihat pada ruang 3 dimensi manusia ini, namun itu mutlak bukanlah hakekat dan wujud asli Meridian. [Teo Ai Ping / Jakarta]

Bersambung ...

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->

Senin, 25 Maret 2013

PANDANGAN SEJATI TENTANG PERADABAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA (20): TEKNIK FOTOGRAFI KIRLIAN

Fotografi medan radiasi berfrekuensi tinggi Kirlian merupakan sebuah medan listrik berfrekuensi tinggi hasil dari generator bertegangan tinggi dan berfrekuensi tinggi, ketika benda yang akan difoto berada dalam medan tersebut, di sekitar benda akan tampil cahaya yang dapat terlihat langsung.

Makalah penelitian tentang Meridian Akupunktur yang terbit dalam majalah akademik utama di kalangan internasional, dalam kualitas dan kuantitasnya berkembang dengan pesat. Dari jumlah makalah tentang Akupunktur dan Meridian yang diterima SCI-expand setiap tahun, mulai 1974 hingga sesudah 1986, ada sedikit peningkatan. Sampai sebelum 1998, setiap tahun lebih kurang diterima 100 makalah, pada 2003 meningkat menjadi 400 makalah per tahun. Selain itu majalah arus utama antara lain Natural, Science, PNAS dan FASEB selalu terdapat laporan tentang studi Akupunktur.

Merangkum literatur ilmiah yang ada sekarang ini sudah bisa dibuktikan dengan jelas beberapa hal sebagai berikut:

(1) Meridian dapat menyebarkan informasi;

(2) Meridian memiliki karakteristik rendah impedansi;

(3) Hingga kini masih belum ditemukan struktur Meridian dalam anatomi tubuh.

Selanjutnya kita akan memperkenalkan lebih jelas lagi 2 jenis metode dalam studi eksistensi secara objektif tentang Meridian, yang pernah disebut sebelumnya. Yaitu teknik fotografi Kirlian dan teknik FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging).

Eksperimen yang paling intuitif tentu adalah fotografi medan radiasi berfrekuensi tinggi Kirlian, paling awal ditemukan oleh N.Tesla (1856 – 1943), ketika benda yang akan difoto diletakkan dalam medan listrik berfrekuensi tinggi yang dihasilkan dari generator bertegangan tinggi dan berfrekuensi tinggi, di sekitar benda akan tampil cahaya yang dapat terlihat langsung.

Pada 1939 seorang insinyur mantan Uni Soviet, S.V. Kirlian, bersama istri meniru lingkungan kamar fisioterapi saat itu, di tengah medan listrik berfrekuensi tinggi dan bertegangan tinggi berhasil merekam dalam foto aura tubuh manusia, teknik khusus tersebut dikemudian hari disebut "Teknik fotografi Kirlian".

Penemuan tersebut menarik perhatian ilmuwan di berbagai negara dunia. Sejak 1980-an, Jerman, Jepang, AS dan negara-negara lainnya telah melakukan studi dan penjelajahan terhadap fenomena cahaya tubuh manusia tersebut. Eksperimen menunjukkan, warna dan bentuk cahaya/aura tubuh akan berubah mengikuti perubahan kondisi kesehatan, aktivitas fisik, mental dan lain-lain.

Ketika lengan kita diletakkan dalam suatu lingkungan bertekanan tinggi dan berfrekuensi tinggi, daerah Meridian Usus Besar dan Yang Ming Tangan akan muncul serentetan bintik cahaya yang terang. Yang lebih mengherankan adalah, melakukan pengujian terhadap orang yang baru saja meninggal, ditemukan di beberapa daerah tertentu di tubuhnya, sinar cahaya yang dipancarkan lebih kuat daripada daerah di sekitarnya, sedangkan titik cahaya yang terang tersebut konsistensi dengan 741 titik akupunktur yang tertera dalam gambar atlas Titik Akupunktur.

Ilmuwan dari Rusia dan AS melalui studi jangka panjang berpendapat, tubuh manusia memiliki sebuah sistem serat optik. Titik Akupunktur dari Ilmu Pengobatan Tradisional Tiongkok merupakan daerah paling sensitif terhadap cahaya dalam sistem Meridian tubuh. Semua ini telah membuktikan Meridian dan Titik Akupunktur merupakan benda nyata yang eksis secara objektif. [Teo Ai Ping / Jakarta]

Bersambung ...

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->

AKSARA: FU DAN MU

Aksara Tionghoa 父母 (Fù Mǔ) mengacu pada makna ayah dan ibu.

父 (Fù), termasuk salah satu aksara kuno, mengalami perubahan morfologi dalam komposisinya. Pada umumnya ia bermakna "orang tua" atau "ayah", dan selalu digunakan untuk mewakili figur pria.

Pada zaman kuno, 父 (Fù) ditulis dalam cara yang lebih bergambar, menggambarkan sebuah tangan memegang kapak batu, dengan goresan di kiri atas mewakili kapak, dan sisa dari karakter itu mewakili tangan.

Memegang kapak batu melambangkan kekuatan dan keberanian. Karakter 父 (Fù) kemudian merujuk pada orang yang memegang kapak, orang yang patut dihormati.

Karena, di mata anak-anak, orang yang terbesar, terkuat, dan patut dihormati adalah ayah, 父 (Fù) mewakili ayah-sosok pria yang berwibawa.

Jika dikombinasikan dengan aksara lain, 父 (Fù) dapat digunakan untuk membuat frase seperti 父親 (Fu Qin), bentuk kata yang lebih formal untuk ayah; 姑父 (Gu Fu) berarti paman dari pihak ayah, atau 姨夫 (Yi Fu) berarti paman dari pihak ibu.

師父 (Shi Fu), yang berarti guru atau master, merupakan kombinasi lain yang juga penting. Dalam kebudayaan tradisional Tiongkok, guru (baik ilmiah atau spiritual) sangat dihormati, dan ada yang mengatakan bahwa 一日為師,終身為父 (Yi Ri Wei Shi, Zhong Shen Wei Fu). Yakni, "Seorang guru untuk sehari harus dihormati sebagai seorang ayah selamanya."

母 (Mǔ) juga merupakan aksara yang sangat kuno. Memiliki makna "ibu" dan digunakan untuk mewakili pemeliharaan, sosok perempuan.

Seperti aksara Tionghoa yang paling kuno lainnya, aksara ini juga ditulis dalam bentuk bergambar pada zaman kuno.

Aksara aslinya sama dengan aksara untuk wanita, 女 (Nu), menggambarkan seorang wanita dalam posisi berlutut, tetapi dengan dua titik ditambahkan pada bagian atas yang melambangkan payudara seorang ibu sedang menyusui anaknya.

Dengan demikian, 母 (Mǔ) melambangkan pengasuhan dan kesuburan. Dikombinasikan dengan aksara lainnya, yang digunakan untuk membentuk frase seperti 母親 (Mǔ Qin), bentuk yang lebih formal dari aksara ibu, dan 母愛 (Mǔ Ai), yang berarti cinta kasih ibu. [Yolanda Li / Banjarmasin]

***
Mari kita bersama-sama dukung Tionghoanews dengan cara kirim berita & artikel tentang kegiatan & kejadian Tionghoa di kota tempat tinggal anda ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

Selanjutnya ->
Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA