IPTEK | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Minggu, 19 Februari 2012

LU BAN: PAKAR ARSITEKTUR DAN KARYA KESENIAN

Kebudayaan China bukan hanya satu dari kebudayaan tertua di dunia, tetapi juga merupakan satu-satunya kebudayaan yang diwariskan tanpa terkontaminasi kebudayaan lainnya. Dari jaman kono, melalui dinasti demi dinasti, dengan cara bereinkarnasi di kehidupan manusia, dewa-dewa secara terus menerus mewariskan kebudayaan yang kaya tersebut kepada rakyat China . Sebuah peribahasa rakyat China menyatakan, "Dari antara 360 profesi, jika sebuah profesi tidak ada pendirinya, maka profesi tersebut tidak akan lekang." Pendiri dari setiap profesi sebenarnya adalah reinkarnasi dari dewa, yang sebelum memasuki dunia manusia, secara langsung maupun tidak langsung adalah pendiri dari profesi tersebut. Di China, kebudayaan rakyat telah berkembang ke arah pemujaan terhadap pendiri profesi dan mengganggapnya sebagai "dewa pelindung".

Lingkungan kehidupan rakyat China , termasuk perabotan, gedung-gedung, kota dan yang lainnya, dapat dianggap juga merupakan cerminan dari kebudayaan mereka. Arsitektur tradisional China sangat kaya dan penuh warna, luas dan sangat megah. Sejarah arsitektur China diajarkan oleh beberapa dewa pada masa kuno, seperti Youcaoshi dan Dayu, sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa arsitektur, juga, merupakan bagian dari kebudayaan semi dewa China . Dari antara pakar arsitek tersebut, yang paling terkenal adalah Lu Ban yang berasal dari periode Musim Semi dan Musim Gugur. Hasil karyanya tetap berjaya selama ribuan tahun, sehingga namanya mendapat pengakuan yang tinggi. Pengrajin kayu, pengrajin batu, pembuat batu bata, industri konstruksi dan pengrajin perabot semua memuja Lu Ban sebagai pendiri dari profesi mereka. Menurut sebuah buku dari masa dinasti Tang yang berjudul "Cerita Lu Ban", pekerja konstruksi "kowtow" (menundukkan badan tanda penghormatan) kepada Lu Ban sebelum mereka mendirikan tiang bangunan. Dalam masa dinasti Qing, ketika pemerintah akan memulai sebuah proyek konstruksi besar, mereka akan memberikan sesajian dan menghormati Lu Ban, berdoa supaya dewa akan memberkati proyek mereka. Ini masih tetap menjadi budaya di Taiwan hingga saat ini. Bagi masyarakat China , semua profesi yang berkaitan dengan arsitektur menghormati Lu Ban sebagai pendiri dari arsitektur.

Lu Ban dilahirkan di Negara bagian Lu. Nama aslinya adalah Gongshu Ban, juga dikenal sebagai Gongshu Zi. Nama yang dikenal adalah Yizhi, tetapi paling dikenal sebagai Lu Ban. Beliau adalah insinyur sipil dan pengrajin terkemuka dalam sejarah China dan pernah menjabat sebagai pejabat di department pekerjaan sipil.

Lu Ban dilahirkan pada sore hari tanggal 7 Mei, 507 SM. Pada saat kelahirannya, burung-burung bangau berkumpul semua dan wewangian harum melingkupi rumah tersebut. Masyarakat semua terkejut. Ini adalah sebuah tanda keberuntungan bahwa seorang dewa akan reinkarnasi di tubuh manusia. Pada masa mudanya, dia tidak suka membaca dan menulis, akan tetapi sangat tertarik terhadap hasil karya kesenian seperti patung-patung. Pada usia ke-15, dia secara tiba-tiba tersadarkan akan tujuan hidupnya dan pergi belajar Duanmu. Setelah beberapa bulan belajar secara komprehensif, dia berhasil menguasai ilmu tersebut. Lu Ban kemudian melobi beberapa Negara bagian, meminta mereka untuk menghormati Zhou (sebuah Negara pada masa itu), akan tetapi Negara-negara bagian tersebut tidak mendengarkannya. Kemudian dia mengundurkan diri dari kehidupan masyarakat dan menyendiri di Gunung Tai, yang dikenal juga sebagai Gunung He Kecil. Tiga belas tahun telah berlalu. Suatu hari, dia keluar dan berlari ke Bao Tua. Mereka berbicara lama. Akhirnya Lu Ban meminta Bao Tua menjadi gurunya dan kemudian belajar menjadi pematung dan pelukis. Lu Ban ingin membawa suatu pandangan baru terhadap kebudayaan China . Lu Ban belajar dengan konsentrasi penuh, mempelajari seni pahat, seni kerajinan batu, dan juga ketrampilan lainnya. Dia kemudian menemukan beberapa alat-alat yang mengagumkan dan juga mengajar beberapa murid-murid.

Buku-buku Hanfeizi, Huainanzi, Lun Heng dan Mozi semua mencatat bahwa Lu Ban membuat seekor burung dari kayu. Setelah Lu Ban menerbangkannya, burung tersebut dapat tetap di udara selama tiga hari. Dalam buku Hongshu, dikatakan bahwa burung kayu tersebut dapat membawa seorang manusia di udara untuk memata-matai musuh. Rancangan asli tersebut merupakan awal dari rancangan pesawat pengintai masa kini.

Siapa yang pernah memperkirakan dengan burung kayu tersebut akan membawa Lu Ban membuat dewa kayu?

Menurut buku "Cerita mengenai Lu Ban", Lu Ban membuat burung kayu terbang hingga ke negara Chu untuk menemukan saudari perempuannya. Ayah Lu Ban sangat ingin menemukan anak perempuannya sehingga dia memutuskan untuk terbang bersama-sama dengan burung kayu tersebut tanpa memberitahukan Lu Ban. Karena ayah Lu Ban tidak tahu mengenai cara menerbangkannya, akhirnya burung kayu tersebut terhempas di negara Wu. Rakyat negara Wu kemudian menyandera ayah Lu Ban dan memaksa Lu Ban untuk membuat burung kayu bagi mereka. Ayah Lu Ban menolak untuk bekerja sama dengan mereka sehingga dibunuh. Lu Ban kemudian membuat dewa kayu untuk membalas kematian dari ayahnya. Jari telunjuk dari dewa tersebut menunjuk ke negara Wu. Ini kemudian menyebabkan negara Wu mengalami bencana kekeringan selama tiga tahun. Ketika rakyat Wu kemudian menyadari kesalahan mereka, mereka kemudian mempersembahkan hadiah kepada Lu Ban dan memohon ampun atas kesalahan mereka. Lu Ban yang berbelas kasih memaafkan mereka. Kemudian Lu Ban memotong jari telunjuk dari dewa kayu tersebut dan melakukan beberapa "keajaiban". Hujan secara cepat turun ke negara Wu.

Lu Ban juga pernah membuat kuda kayu yang dapat berjalan secara otomatis. Ini merupakan catatan paling awal dari "otomotif". Pada masa periode Tiga Kerajaan, Zhuge Liang menggunakan kuda kayu Lu Ban untuk mengantar bahan makanan. Akan tetapi, ketrampilan ini kemudian tak terwariskan dan hilang.

Lu Ban sangat memperhatikan keluarganya, dan ini memberikan inspirasi bagi dia untuk menciptakan beberapa peralatan yang sangat penting. Sebagai contohnya, ketika Lu Ban untuk pertama kalinya menggambar sebuah garis menggunakan mudou (alat gambar seorang tukang kayu), dia meminta bantuan ibunya untuk memegang ujung lain dari benang tersebut. Mereka kemudian bersama-sama mengerjakan hingga selesai. Lu Ban tidak ingin merepotkan ibunya dengan selalu meminta ibunya untuk membantunya, sehingga dia kemudian membuat sebuah kaitan di ujung dari benang tersebut, sehingga tak perlu lagi bagi ibunya untuk selalu memegang ujung benang tersebut. Untuk mengingat sifat Lu Ban sebagai seorang anak yang berbudi, alat pengait tersebut kemudian oleh penerusnya dinamakan sebagai ban mu atau mu gou (mu berarti "ibu" dalam bahasa mandarin). Contoh lainnya adalah ketika Lu Ban akan memotong sebuah kayu, dia akan meminta isterinya untuk memegang ujung sisi lain dari kayu sehingga tidak akan tergelincir dari bangku. Agar tidak selalu mengganggu pekerjaan rumah tangga isterinya, Lu Ban kemudian memaku sebatang kayu kecil di bangku tersebut untuk mencegah kayu tersebut bergerak. Alat ini kemudian oleh penerusnya dinamakan sebagai ban qi (qi berarti "isteri" dalam bahasa mandarin)

Lu Ban juga menciptakan beberapa alat-alat pengrajin kayu bagi rakyat China, seperti mata bor, gilingan batu, sekop tanah, jangka, mudou dan penggaris. Dikatakan juga bahwa Lu Ban menemukan gergaji setelah jari tanganya terpotong oleh tajamnya rumput. Lu Ban juga membuat tangga awan dan sembilan alat-alat yang digunakan untuk peperangan. Dia juga untuk pertama kalinya membuat peta topografi tiga dimensi, Jiu Zhou Tu, yang sangat dihargai oleh kaisar-kaisar China sepanjang sejarah. Melalui penemuannya, Lu Ban telah membawa kemudahan bagi rakyat.

Akan tetapi, kontribusi terbesar Lu Ban bukan karena dia sangat pintar dalam membuat perangkat dan alat-alat ketrampilan dan mekanik. Lebih penting lagi, Lu Ban sangat memperhatikan untuk mengikuti Tao. Lu Ban berkata, "Langit dan Bumi tidak memerlukan kompas dan papan sudut untuk membuat sebuah lingkaran atau kotak. Alam semesta dan karyanya adalah Tao, tetapi manusia berjalan menjauh dari Tao. Sehingga manusia membutuhkan kompas dan papan sudut untuk membuat lingkaran dan kotak." Dengan demikian kita melihat bahwa ketika Lu Ban mewariskan keahliannya, dia juga merasa dia tak punya pilihan lain. Rakyat membutuhkan alat tersebut karena mereka telah jauh dari Tao. Akan tetapi, melalui pengajaran tetang alat-alat ini, Lu Ban berpikir akan dapat membantu rakyat untuk kembali ke standar menjadi seorang manusia.

Jika Lu Ban tidak membuat peralatan atau alat-alat tersebut, jika penerusnya tidak memiliki pikiran sejernih Lu Ban, maka keahlian Lu Ban akan hilang. Dengan demikian, Lu Ban harus menemukan alat-alat kerajinan tersebut sehingga mereka dapat diwariskan untuk generasi mendatang.

Dalam umurnya yang keempatpuluhan, Lu Ban kembali hidup di pengunungan dimana dia bertemu dengan dewa. Dewa tersebut mengajarkan kepadanya beberapa rahasia. Kemudian, Lu Ban menjelajah dunia. Akhirnya, pada umur tujuh puluh, dia terbang di siang hari bolong. Kapak dan gergajinya ditinggalkan di Karang Rusa Putih. Anda masih dapat melihat ini di relik peninggalan kuno. Buku "Cerita mengenai Lu Ban adalah satu-satunya buku yang diwariskan ke generasi masa kini yang mencatat mengenai rumah-rumah, perabotan, agrikultur dan kerajinan pada masa Lu Ban. Pada mulanya, isi buku tersebut disirkulasikan dari mulut ke mulut diantara para pengrajin dalam bentuk formula ringkas. Pada masa Dinasti Ming, akhirnya dibukukan dalam bentuk tulisan. Karena tiang-tiang pada bangunan kuno semuanya terbuat dari kayu, buku tersebut mencatat banyak sekali teknik kerajinan kayu. Juga mencakup hal-hal mengenai feng shui dan perhitungan magis Tao, yang memanifestasikan ideologi China bahwa alam dan manusia seharusnya harmonis.

Melewati ratusan tahun, para pengrajin kayu telah mewarisi ajaran Lu Ban. Pada pelatihan (kerja praktek) awal, dia menerapkan bahwa hal terpenting bukan bagaimana caranya menggunakan peralatan tersebut, tetapi, bagaimana mempelajari standard moral dan berprilaku baik, belajar memperlakukan orang lain dengan baik, dan ketat mematut diri. Tuntutan-tuntutan untuk hati dan pikiran ini akan membantu seseorang untuk mencapai tingkat kejernihan dan kemurnian pemikiran. Dan dengan pemikiran seperti ini, ketika seseorang mengerjakan satu proyek, dia dapat melupakan ego diri sendiri dan bekerja secara penuh dalam proyek tersebut, menyelaraskan proyek tersebut dengan Tao. Dengan berpedoman pada prinsip ini, melewati ratusan tahun telah melahirkan banyak sekali pengrajin kayu handal.

Sebagai contohnya, seorang pengrajin kayu yang hidup di abad ke-2 SM adalah murid Lu Ban. Dia mendirikan industri pembuatan batu bata dan menemukan peralatan pembuatan batu bata dan mengajarkannya kepada masyarakat. Dia sangat dihormati dan disebut-sebut sebagai "Guru Dewa Lotus" dan juga "Guru Dewa Garis". Menurut legenda, Guru Dewa Lotus adalah reinkarnasi dari seorang dewa. Pada awalnya, dia mengajarkan masyarakat bagaimana membuat ubin dalam pembangunan rumah. Kemudian semakin banyak orang datang belajar darinya. Setelah mengetahui bahwa kemampuannya diatas rata-rata, mereka kemudia memintanya untuk mengangkat mereka secara resmi menjadi murid-muridnya. Guru Dewa Lotus kemudian berkata: "Jika anda ingin saya menjadi guru kalian, ikuti saya." Kemudian dia melompat ke dalam tempat pembakaran yang menyala dan terbang ke atas sebagai dewa. Setelahnya, masyarakat menyadari bahwa dia adalah dewa. Karena pengajaran oleh Guru Dewa Lotus, dalam sejarah China, Dinasti Qin dan dinasti Han dikenal karena batu bata dan ubin yang terkenal.

Kaisar-kaisar sepanjang dinasti dalam peradaban China memberikan banyak jabatan kepada Lu Ban. Sebagai contohnya, dalam Dinasti Ming, lebih dari 10.000 masyarakat China membangun Balai Naga Beijing, sebuah proyek besar yang hanya dapat selesai dibawah arahan Lu Ban. Masyarakat pada masa itu membangun sebuah kuil untuk memuja Lu Ban, yang dinamakan "Gerbang Lu Ban". Kaisar pada masa tersebut menganugrahkan kepada Lu Ban gelar "bangsawan penolong bangsa." Masyarakat menggunakan Tai Lao untk mengelar upacara peringatan kepada Lu Ban dua kali setahun. Tai Lao artinya menggunakan seekor lembu, kambing dan babi dalam upacara. Itu adalah upacara besar sama seperti yang pernah dilakukan untuk Konfusius. Ada dua tujuan pembangunan Kuil Lu Ban. Yaitu untuk berterima kasih kepada LU Ban, dan ketika seorang pengrajin kayu memiliki pertanyaan atas pekerjaan mereka, mereka dapat pergi ke kuil tersebut untuk meminta petunjuk kepada Lu Ban.

Lu Ban banyak memberikan pengaruh dalam kehidupan masyarakat, peralatannya banyak digunakan hingga saat ini. Masa dinasti setelah masa Lu Ban, kota-kota, bangunan, pintu dan jendela semua sangat "rapi". Lu Ban membantu rakyat untuk hidup secara aman dan nyaman. Lebih jauh lagi, dia menggunakan lingkungan kehidupan ini untuk memberikan standard dan cara hidup bagi rakyat China. Ini membantu mempertahankan tingkat moral bangsa China selama lebih dari 5000 tahun.

Saat ini, pejabat Partai Komunis China mengejar desain bangunan dan perencanaan kota yang aneh. Ini merefleksikan kekacauan sosial di masa modern China. Inovasi bukan berarti mengabaikan prinsip profesi. Hanya dengan kembali ke prinsip yang diwariskan oleh dewa-dewa, masyarakat baru dapat hidup damai, harmonis dan makmur. [Betty Sung / Palembang]

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA