IPTEK | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Selasa, 02 Oktober 2012

RAHASIA “TABIB SAKTI” (1)

Konon, para tabib Tiongkok kuno memiliki kemampuan supranatural. Mereka dapat melihat tembus organ dalam tubuh manusia. Mereka juga dikenal sebagai pribadi yang bermoral tinggi.

Kisah tentang "Tabib Sakti" Bian Que (dibaca: pien jue) dan Hua Tuo telah dikenal orang, namun sampai dimana kebenaran kisah-kisah tersebut? Jika memang benar terjadi, dari manakah teknik pengobatan mereka yang "ajaib" itu?

"Tabib Sakti" Bian Que

Bian Que lahir pada zaman Zhan Guo (476 SM-221 SM, negara-negara bagian saling berperang hingga pada 221 SM Dinasti Qin menyatukan seluruh Tiongkok), kira-kira 2.500 tahun lalu. Nama aslinya adalah Qin Yueren. Karena teknik pengobatannya sangat tinggi, maka pada waktu itu masyarakat memanggilnya dengan Bian Que, mengacu pada nama seorang tabib terkenal pada zaman Kaisar Kuning (Kaisar Kuning/Huang Di memerintah pada 2700 SM–2600 SM yang dianggap sebagai nenek moyang bangsa Tionghoa).

Menurut catatan kitab Shi Ji (Catatan Sejarah) karangan Sima Qian, Bian Que pada awalnya bukan belajar ilmu pengobatan. Dia adalah seorang kepala tata-usaha sebuah penginapan, yang menangani berbagai pekerjaan, di masa kini disebut dengan istilah General Affair. Ada seorang bernama Zhang Sangjun yang sering menginap di sana. Jika dihitung dari awal, kira-kira telah lebih dari 10 tahun lamanya.

Pada suatu hari Bian Que dipanggil oleh Zhang, yang kemudian mewariskan sebuah teknik rahasia kepadanya, namun dengan syarat tidak boleh membocorkan pada orang lain. Bian menyetujuinya. Lantas Zhang mengeluarkan sebungkus jamu dan meminta Bian mencampurkan air embun pagi yang masih belum tersentuh bumi untuk diminum. Bersamaan itu, memberi buku ilmu pengobatan sambil mengatakan, 30 hari kemudian akan terjadi hal yang menakjubkan.

Berdasarkan penuturan dari kitab Catatan Sejarah, selesai berbicara tiba-tiba Zhang Sangjun menghilang yang kemudian ditengarai Zhang bukanlah seorang manusia biasa! Bian Que kemudian menuruti perkataan Zhang meminum jamu itu. Setelah 30 hari kemudian ia memiliki kemampuan dapat memandang menembus tembok. Dia mampu melihat orang yang berada di belakang tembok, maka Bian menggunakan kemampuan tembus pandang tersebut meneropong tubuh manusia untuk menyembuhkan pasien.

Dalam sebuah buku fabel (cerita perumpamaan) Liezi Tangwenpian (Buku karangan Lie Yukou 476 SM–221 SM. Salah satu bagian dari 8 bagian buku Liezi. Liezi merupakan salah satu dari 4 kitab pokok Taoisme) pernah mencatat kisah Bian Que yang melakukan operasi penggantian jantung. Bagi manusia zaman sekarang, kisah tersebut terdengar sulit dinalar. Bagaimana mungkin pada 2.500 tahun silam dilakukan operasi penggantian jantung. Lagipula operasi dilakukan pada 2 orang yang masih hidup dengan saling menukar jantung?

Tabib sakti Bian Que melakukan operasi saling menukar jantung terhadap dua orang bernama Gonghu dan Qiying (disebut operasi penukaran jantung). Mereka berdua diberi minuman arak pembius dan tertidur selama 3 hari. Kemudian Bian Que membedah rongga dadanya, mengambil jantungnya, dan menukarnya satu sama lain. Lantas keduanya diberi ramuan ajaib dan setelah terbangun, hasilnya sempurna seperti kondisi semula, maka mereka berdua pamit pulang.

Namun ada sedikit hal yang ganjil, setelah mereka berdua berhasil menjalani operasi penukaran jantung, keduanya sama-sama pulang ke rumah yang salah. Gonghu pulang ke rumah Qiying, sedangkan Qiying pulang ke rumah Gonghu. Ini menimbulkan pertikaian antara dua keluarga hingga dilaporkan ke pengadilan. Setelah dijelaskan duduk perkaranya oleh Bian Que, barulah perkara tersebut diselesaikan dengan damai.

"Tabib Ajaib" Hua Tuo

Hua Tuo adalah seorang penduduk pada akhir zaman Dinasti Han Timur (tahun 25–220 M), kira-kira 1.800 tahun yang lalu. Baik di dalam buku sejarah resmi Catatan Sejarah 3 Negara atau Samkok maupun Buku Sejarah Dinasti Han Akhir, memuat catatan tentang kisah ajaib Hua Tuo melakukan operasi pembedahan perut. Sama halnya dengan Bian Que, Hua Tuo juga memiliki kemampuan meneropong tubuh manusia.

Suatu kali Hua Tuo memeriksa seorang pasien yang terlihat menderita tumor di dalam perutnya. Untuk membiusnya, Hua Tuo memberinya jamu Mafeisan. Setelah pasien tidak sadarkan diri, dia membedah perutnya, mengeluarkan ususnya, dan mengambil tumornya. Setelah itu, dia menjahit kembali perutnya dan mengolesinya dengan krim ajaib. Karena tercatat dalam kitab sejarah kuno resmi, pastinya dia memiliki kredibilitas yang sangat tinggi.

Banyak sekali prestasi Hua Tuo tercatat dalam Novel Sejarah Tiga Negara. Misalnya ketika Hua Tuo mengobati luka tulang Jenderal Kwankong. Atau kisah perdana menteri Kerajaan Wei bernama Cao Cao (tahun 155–220 M) yang sering menderita sakit kepala. Ia memanggil Hua Tuo untuk mengobatinya. Dalam penglihatan Hua Tuo, di dalam otak Cao Cao terdapat sebuah tumor. Ia siap menolongnya dengan melakukan operasi membuka batok kepalanya untuk mengambil tumor tersebut, namun Cao Cao mencurigai Hua Tuo berniat membunuhnya. Maka Cao Cao menjebloskannya ke dalam penjara. Ketika penyakit Cao Cao kambuh dan semakin parah, ia teringat Hua Tuo kembali, namun Hua telah meninggal dunia di dalam penjara, Akhirnya Cao Cao benar-benar meninggal karena penyakit tumor tersebut.

Dalam legenda, Hua Tuo dilukiskan senang berkelana ke gunung-gunung tersohor serta menjelajahi gua-gua tersembunyi (yang sering digunakan oleh kaum pertapa, red). Pernah suatu kali ketika menjelajahi Gunung Gongyi ia bertemu seorang yang misterius dan mewariskannya teknik-teknik rahasia.

Catatan Sejarah Tiga Negara mencatat Hua Tuo memandang hambar nama dan kekayaan, sangat menguasai teknik pemeliharaan kesehatan, walaupun usianya telah melebihi seratus tahun, namun wajahnya terlihat muda. [Diana Yang / Surabaya] Sumber: Epochtimes.co.id

PESAN KHUSUS

Silahkan kirim berita/artikel anda ke ke alamat email: tionghoanews@yahoo.co.id

MENU LINKS

http://berita.tionghoanews.com
http://internasional.tionghoanews.com
http://budaya.tionghoanews.com
http://kehidupan.tionghoanews.com
http://kesehatan.tionghoanews.com
http://iptek.tionghoanews.com
http://kisah.tionghoanews.com

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA