IPTEK | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Rabu, 30 Januari 2013

PANDANGAN SEJATI TENTANG PERADABAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA (13): SPIRIT DAN MATERI

Subjek percobaan tiba-tiba merasakan sebuah benda panas menempel dilengannya, kemudian timbul rasa nyeri luar biasa bagaikan menusuk hatinya, membuatnya berteriak histeris...

2. Hubungan antara Spirit dan Materi

Kaum materialis selalu menekankan materi menentukan kesadaran, misalnya setelah tangan terluka kepanasan, orang baru merasakan kesakitan, tidak mungkin tanpa dasar membayangkan sakit saja lalu orang timbul luka melepuh.

Namun eksperimen yang dilakukan seorang psikolog AS telah membuktikan memang eksis keadaan yang disebut terakhir di atas. Mereka membawa masuk subjek percobaan ke dalam sebuah ruang kosong, sesaat kemudian terdengar berkali-kali jeritan histeris dari ruang sebelah. Dokter memberitahu dia: eksperimen tersebut terutama mendeteksi batas kemampuan seseorang dalam menahan rasa sakit. Selanjutnya dibukalah jendela ruang sebelah, supaya ia dapat menyaksikan seluruh proses eksperimen.

Terlihat seseorang diikat erat di sebuah kursi, api tungku disamping kursi sedang membara, seorang dokter mengeluarkan sekeping uang logam yang merah terbakar dengan jepitan tahan api, kemudian diletakkan di atas lengan orang yang terikat itu, langsung terdengar suara mendesis lengan terbakar dan mengeluarkan segumpal asap, seketika itu juga terdengar jeritan memilukan. Eksperimen selesai, orang itu dengan sempoyongan meninggalkan kursi, tangannya menopang lengan yang terbakar, luka bakar sebesar koin terlihat jelas dilengannya.

Dokter membawa subjek percobaan menyaksikan beberapa kali eksperimen yang sama, kemudian membawanya ke ruang eksperimen dan diikat di kursi. Selanjutnya dokter menjepit sebuah uang logam terbakar membara dari dalam tunggu sambil mengatakan: "Sekarang saya akan meletakkan uang logam ini ke lengan Anda."

Subjek percobaan tiba-tiba merasakan sebuah benda panas menempel dilengannya, kemudian timbul rasa nyeri luar biasa bagaikan menusuk hati yang membuatnya berteriak histeris. Dokter menemukan di lengan subjek percobaan timbul sebuah luka bakar tingkat-3 sebesar sebuah koin.

Namun semua percobaan tersebut adalah palsu, luka bakar dan jeritan semuanya direkayasa, subjek percobaan sesungguhnya hanyalah satu, yaitu subjek percobaan terakhir itu. Koin yang menempel di lengan subjek percobaan hanya diberi sedikit panas, sedikit melebihi suhu badan dan sama sekali tidak mungkin menyebabkan luka bakar.

Jika demikian, bagaimana dapat terjadi luka bakar tingkat-3 tersebut? Kita hanya dapat menganggap dari unsur psikis, adalah kesadarannya membuat ototnya terluka bakar. Disini, psikis telah mengubah fisik, materi otot hanyalah semacam alat dari spirit belaka.

Sebuah contoh lain yang sering kita jumpai adalah dalam ujian psikologi hipnotis, dokter mengambil segelas air putih dan mengatakan kepada subjek percobaan: "Ini adalah segelas air yang telah dicampur banyak gula, sangat manis sekali, setelah Anda minum pasti merasa sangat nyaman.

Subjek percobaan yang berada dalam kondisi terhipnotis sangat kuat telah meminum air putih tersebut, kemudian langsung dibangunkan oleh dokter, selanjutnya ditemukan dengan mengherankan, kadar gula dalam darahnya meningkat sangat banyak dibandingkan sebelum dilakukan percobaan, seakan benar-benar telah meminum segelas air yang banyak gulanya. Siapa dan bagaimana memasukkan gula tersebut ke dalam pembuluh darah ?

Banyak sekali isyarat psikilogis yang sama di tengah kehidupan kita, misalnya efek plasebo. Doktor Henry K. Beecher pada 1955 pernah menunjukkan, hampir 1/4 pasien setelah minum plasebo, rasa nyeri punggung dan nyeri persendian dan lain-lain gejala menjadi reda. Plasebo adalah obat yang khusus disamarkan, terdiri dari bahan biasa yang tidak berfungsi penyembuhan, misalnya air putih atau tepung.

Beecher menemukan, selain perasaan pasien sendiri telah merasa lebih nyaman, fisiknya juga benar-benar mengalami perubahan sifat materiil, umpama gejala bengkak dan memerah telah lenyap atau mereda. [Teo Ai Ping / Jakarta]

Bersambung ...

Teks Iklan !

Pasang iklan baris usaha anda dibagian bawah artikel ini, dengan cara kontak email Tionghoanews

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA