IPTEK | TIONGHOANEWS


Selamat datang berkunjung dalam situs blog milik warga Tionghoa Indonesia. Disini kita bisa berbagi berita tentang kegiatan/kejadian tentang Tionghoa seluruh Indonesia dan berbagi artikel-artikel bermanfaat untuk sesama Tionghoa. Jangan lupa partisipasi anda mengajak teman-teman Tionghoa anda untuk ikutan bergabung dalam situs blog ini.

Jumat, 10 Agustus 2012

ZHANG HENG AHLI ILMU FALAK KUNO TIONGKOK

Di antara deretan ahli ilmu falak Tiongkok kuno di masa Donghan, salah satu yang cemerlang adalah Zhang Heng (张衡) 78-139 SM. Beliau adalah seorang tokoh representasi teori struktur kosmos yang luar biasa.

Dia mengibaratkan langit itu sebagai lapisan kulit telur, dan bumi itu laksana kuning telur, langit besar, bumi kecil. Langit dan bumi berdiri masing-masing bertopang pada energi dan mengapung di atas air.

Walau dia berpendapat langit mempunyai kerak luar yang kokoh, namun tidak berarti bahwa kulit keras itu adalah batas dari alam semesta, jagat raya yang ada di luar kulit keras pada jarak ruang dan waktu itu tak terbatas.

Dalam sebuah buku karangannya yang berjudul Ling Xian, di awal ceritanya sudah memaparkan tentang asal-usul serta evolusi langit dan bumi. Dia berpendapat sebelum langit dan bumi terpisah, keadaannya kacau balau, setelah berpisah, unsur yang ringan naik dan disebut sebagai langit, yang berat membeku menjadi bumi. 

Langit disebut sebagai energi positif (Yang), sedang bumi disebut energi negatif (Yin), kedua energi saling bereaksi satu sama lain, menciptakan maujudat (semua yang ada di alam semesta ini), energi yang timbul dari bumi itu sebagai bintang. Dia menggunakan teori "semakin dekat dengan langit itu lambat adanya, sebaliknya semakin jauh dari langit itu cepat", yakni menggunakan istilah perubahan jarak untuk menjelaskan kecepatan dari rotasi planet itu.

Zhang Heng tidak saja memperhatikan riset teori, tapi menekankan praktik, dia pernah merancang dan menciptakan sendiri armilari berbentuk corong, serta seismograf. Armilari ciptaannya itu sama dengan globe langit yang ada sekarang ini, penemu aslinya: Geng Sou Chang di zaman Xihan (216 M) pada masa dinasti Han. Tapi dimodifikasi oleh Zhang Heng, digunakan sebagai alat peraga teori armilari.

Dia menggunakan sistem gear untuk menggabungkan globe langit serta jam air, air dari ceret jam air tersebut mendorong globe langit dan berputar secara merata, satu putaran persis sama dengan satu hari. Demikian orang yang berada dalam rumah dengan melihat globe langit itu dapat mengetahui posisi bintang tersebut berada. Seismograf yang selesai dibuat pada tahun 132 M, yang merupakan instrumen pengetesan gempa bumi pertama di dunia. Seismograf buatannya dan buatan Zhu Ge Liang (tokoh Sam Kok 220-265) yang terkenal itu (Mu Niu Liu Ma) diakui secara umum belum dapat ditiru atau dijiplak, melebihi instrumen canggih yang ada pada saat itu. 

Zhang Heng melakukan analisa serta pengamatan terhadap gejala-gejala astronomi yang konkret. Dia berhasil membuat statistik jumlah bintang yang dapat terlihat di dataran Tiong Guan mencakup 2.500 buah. Secara prinsipil dia telah menguasai dalil gerhana bulan serta berhasil mengetes sudut diameter bulan dan matahari adalah 1/736 dari siklus, yakni 29' 24', dengan selisih rata-rata sudut diameter bulan dan matahari, 31' 59." 26 dan 31' 5." 2, tidak banyak beda, hasil pengetesan Zhang Heng itu dapat dikatakan sangat akurat. 

Dia berpendapat, besarnya matahari pada siang, dan sore hari itu sama; namun terlihat lebih besar di sore hari, kecil di tengah hari, sesungguhnya itu hanya reaksi optika saja. Sang pengamat berada di tempat yang gelap di malam hari, dalam kondisi gelap, benda terang akan terlihat lebih terang dan besar. Sedang di siang hari, langit dan bumi sama-sama terang, dengan begitu matahari terlihat kecil. Umpama gumpalan api, di kala malam hari akan tampak lebih besar, lebih kecil di siang hari. 

Menurut catatan buku riwayat sejarah Tiongkok kuno dari dinasti Hou Han (947-950 M) yang berjudul Hou Han Shu Xu Heng Lie Zhuan, Zhang Heng mewariskan 32 karya tulisnya yang mencakup bidang : ilmiah, filosofi, dan sastra budaya, dua dari karya tulisnya yang diambil secara keseluruhannya adalah Ying Xian Fu serta Si Xian Fu. Kedua prosa deskriptif itu sungguh mencerminkan tingkat alam pemikiran Zhang Heng.

Karya bukunya yang pertama memanivestasikan sikap keilmuannya, sedangkan yang satunya lagi adalah sebuah karya tulis yang langka mengenai khayalan manusia berpariwisata ke planet lain. Di dalam buku Si Xian Fu termaktub dengan jelas yuan-shen (jiwa prima) Zhang Heng yang berkelana antarplanet setelah meninggalkan tubuh fisiknya, itu sebabnya Zhang Heng dapat mengetahui bola bumi merupakan tubuh berbentuk bola dan bukan bidang rata yang tak terbatas.

Hal ini pula sebabnya Zhang Heng mengemukakan teori globe langit yang sesuai dengan struktur jagat raya. Metode yang dipakai dalam studi kosmosnya berbeda sekali dengan pembuktian ilmiah [iptek] yang ada pada saat ini. Keberhasilan Zhang Heng yang gemilang sangat berkaitan erat dengan kepribadian dan sikap keilmuannya.

* Ciri Khas Ilmu Perbintangan Tiongkok Kuno

Ilmu perbintangan Tiongkok kuno memiliki beberapa ciri khas seperti di bawah ini :

Susunan almanak telah mendorong seluruh perkembangan ilmu perbintangan Tiongkok.

Pada zaman Tiongkok kuno, mengeluarkan susunan almanak adalah salah satu lambang kekuasaan kaisar, maka pergantian dinasti kadang-kadang juga mengganti nama tahun, mengganti almanak. Sejak dinasti Qin (221-207 SM) dan dinasti Han (206 SM-220 M), kira-kira sudah lebih dari 100 macam almanak.

Orang dahulu percaya bahwa fenomena alam sebagai petunjuk nasib dan kekuatan negara, maka mementingkan peredaran matahari dan bulan, memperhitungkan gerhana matahari dan gerhana bulan, timbul dan tenggelamnya 5 besar planet (air, emas, api, kayu, tanah ), penentuan panjang-pendeknya tiap-tiap musim, fenomena bintang selatan dan tengah pada tiap bulan, pencatatan penentuan baca serta penjelasannya terhadap bermacam-macam gejala astronomi yang tidak normal, adalah menggunakan susunan almanak 

Tiongkok kuno sebagai susunan almanak astronomi. Orang zaman dahulu juga sangat mempercayai ramalan astrologi, menganggap makmur atau merosotnya negara dan kondisi nasib orang yang memiliki kekuasaan kaisar, juga bisa diramal dijelaskan melalui gejala astronomi yang tidak normal, sehingga ilmu pengetahuan astronomi sering digolongkan sebagai rahasia negara.

Berdasarkan metode aljabar sebagai metode perhitungan dasar untuk pengolahan data astronomi, berbeda dengan metode geometri Barat.

Orang dahulu berpendapat, Pan Gu menciptakan langit dan bumi sebagai asal mula alam semesta (atau disebut langit dan bumi). Dan juga berpendapat bahwa langit dan bumi semuanya bergerak di lapisan kulit bumi.

Berdasarkan makna tertentu membagi wilayah langit dan memberi nama bintang tetap, seperti: 28 konstelasi bintang: Chen shing (Merkuri), Tai bai (Venus), Ying huo (Mars), Xue xing (Yupiter), Shing (Saturnus).

Selain itu, pada zaman Tiongkok kuno juga menggunakan pembagian lingkaran dengan 365 ? derajat, sedangkan yang dipakai secara umum dunia Barat adalah sistem lingkaran 360 derajat.

Peralatan astronomi Tiongkok kuno rata-rata dengan sistem koordinat garis katulistiwa menetapkan posisi bintang tetap, sedangkan dunia Barat dengan sistem jalan matahari.

Pandangan Tiongkok kuno tentang jumlah bintang tetap di seluruh langit, yang tepat adalah 1.464 bintang 283 guan dari temuan Cheng Zhuo. Dibagi jadi 3 tetap 28 xiu dan 31 wilayah di Barat ditetapkan sebanyak 1.022 bintang dari penemuan Ptolemy. Tradisi kalender kuno adalah gabungan dari Yin-Yang, telah medirikan 24 musim udara, berhubungan erat dengan pertanian.

Pandangan ilmu filsafat astrologi Tiongkok berdasarkan Yin-Yang, 5 elemen, reaksi langit dan manusia sebagai dasar.

Astronom Tiongkok kuno menekankan realitasnya, dengan tekun mengamati dan menguji catatan secara terperinci, terlebih lagi sangat menaruh perhatian terhadap munculnya gejala astronomis yang tidak biasa. Catatan tentang fenomena alam Tiongkok kuno merupakan yang paling padat dan paling sistematis di dunia pada waktu itu. [Lenna Wang / Samarinda]

.
Murah amat !!!
[IMPORT BORONGAN DARI SINGAPORE TO JABODETABEK RP.45.000 PER KG]
Kontak Telp: 021-26264750 Fax: 021-26264760 Hp.0856-755-0123, 0812-9855-8800 Email: pttci@yahoo.co.id
.

ARTIKEL YANG BERKAITAN

Mari kita dukung kiriman artikel-artikel dari teman-teman Tionghoa, dengan cara klik "SUKA" dan teruskan artikel kesukaan Anda ke dalam facebook, twitter & googleplus Anda.

TERBARU HARI INI

ARTIKEL: INTERNASIONAL

ARTIKEL: BUDAYA

ARTIKEL: KEHIDUPAN

ARTIKEL: KESEHATAN

ARTIKEL: KISAH

ARTIKEL: BERITA